Aku bisa melihatnya di mana-mana. Dia bisa diam seperti daun dalam genangan air, sesekali bergoyang tenang dan perlahan. Dia bisa resah seperti kutu mabuk, hilir-mudik menyeruduki kepalamu, menggayutgatali rambut. Dia bisa meletus seperti Tahun Baru namun juga bisa semenakutkan kuburan yang menganga, sesabar batu dan segalak halilintar. Dia menjamur dalam kelopak mataku. Jangan tertawa. Mungkin bagimu aku tolol karena kau tentu pernah jatuh cinta pula. Dan cintamu tak sesederhana ini. Untuk apa mencintai perempuan yang bukan lagi rahasia? Perempuan seharusnya seperti jigsaw puzzle, katamu. Kita lelaki butuh gambar utuh. Namun, yang paling penting adalah menemukannya sebelum utuh. Lalu menyusunnya sambil secara pelan-pelan mencintainya. Jadilah kamu puzzle, Puteri. Dan biarkan aku menemukan secara utuh dari bagian-bagian dirimu sebelum utuh.
Friday, June 08, 2007
Sold Out
Aku bisa melihatnya di mana-mana. Dia bisa diam seperti daun dalam genangan air, sesekali bergoyang tenang dan perlahan. Dia bisa resah seperti kutu mabuk, hilir-mudik menyeruduki kepalamu, menggayutgatali rambut. Dia bisa meletus seperti Tahun Baru namun juga bisa semenakutkan kuburan yang menganga, sesabar batu dan segalak halilintar. Dia menjamur dalam kelopak mataku. Jangan tertawa. Mungkin bagimu aku tolol karena kau tentu pernah jatuh cinta pula. Dan cintamu tak sesederhana ini. Untuk apa mencintai perempuan yang bukan lagi rahasia? Perempuan seharusnya seperti jigsaw puzzle, katamu. Kita lelaki butuh gambar utuh. Namun, yang paling penting adalah menemukannya sebelum utuh. Lalu menyusunnya sambil secara pelan-pelan mencintainya. Jadilah kamu puzzle, Puteri. Dan biarkan aku menemukan secara utuh dari bagian-bagian dirimu sebelum utuh.
Subscribe to:
Posts (Atom)
