Monday, December 04, 2006

Menemukan dan Kehilangan

mencintaimu
seperti menyiramkan cuka
di atas borok lama yang
terus bernanah
pedih sekaligus lepuh tak terkira

menjadi kekasihmu
seperti menaburkan garam
pada mesin tua penuh karat
rapuh dan begitu sia-sia

mencintaimu
sekaligus menjadi kekasihmu
seperti menjalani hidup
tanpa pilihan


Menemukan dan Kehilangan. Seorang laki-laki membungkuk terus-menerus. Seakan-akan tak berhenti mencari. Tubuhnya tertekuk, dengan kepala setengah menengadah.

Itulah lukisan karya Heru Hikayat, perupa asal Seni Rupa ITB. Lukisan tersebut sempat dipamerkan tahun 1995 lalu di IAIN (sekarang UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Lukisan itu juga sempat digunakan sebagai cover buku kumpulan puisi dengan judul sama oleh kelompok penyair asal Serang, Banten, 1996 silam.

Menemukan dan kehilangan, saat ini menjadi judul utama drama yang sedang diputar dalam jantungku. Menemukan sekaligus kehilangan dalam waktu yang hampir berbarengan. Setelah 33 tahun lebih, aku menemukan sesosok lelaki ringkih dengan penyakit tua dan sesak nafas, mengaku seorang ayah. Pertemuan pertama (dan terakhir), sebab setelah itu, 2 minggu kemudian, beliau meninggal dengan tenang.

Aneh dan tak terduga, drama menemukan dan kehilangan itu meluncur ibarat tragik komik. Menimbulkan rasa tawar dan ngilu. Sedih dan senang sekaligus.

Perasaan tawar itu menjalar ketika sebuah pesan pendek (SMS) masuk. Pengirimnya istriku. Bunyinya, "Ken, babe lu meninggal jam 1 tadi. Tudut berduka cita ya!" Aku tak bergeming, dan SMS tersebut kuabaikan. Namun, kata-kata dalam SMS tersebut terus mematri dalam benak.
Lalu, pesan itu menjadi rasa ngilu yang menusuk-nusuk sehingga aku memutuskan untuk berangkat ke rumah duka.

Sedih? Tentu saja, seakan-akan direnggut oleh kehilangan dari sesuatu yang baru ditemukan. Namun, aku senang sebab sebelumnya sempat bertemu dan berbincang sebagai seorang anak dengan ayahnya. Manis dan melankolis, bukan?

Namun, semuanya tlah usai dan sirna. Dan, hidup harus terus berlanjut.

Viva Liverpool!


 

No comments: