Thursday, July 13, 2006

Lagu Orang Rumah

seribu tahun buatmu, adik, yang masih bermimpi
bertemu kekasih. Sesuatu yang disebut memori itu
ada atau tak ada. Tapi rasa romantis telah lebur
menjadi puisi dan lagu-lagu sederhana. Mengambang

seribu tahun lagi, adik, aku punya mimpi. Dan
tawaran yang terus mengalir buat jadi pengelana
atau pembawa acara. Salah siapa jika yang terukur
hanya kedalaman rasa dengan saling setia saja setiap
ada di rumah. Sebab sejengkal dari sana kau dan
aku kembali menjadi kanak-kanak. Abadi

padahal keabadian itu hanya menunggu, meringkuk di sudut
kamar, minta dielus dan dicumbu, disayang-sayang. Jadi
tak perlu ada lagu baru atau pembawa acara, memori
apalagi kelana kesiangan. Sesuatu itu
nisbi dan tak eksis

seribu tahun lagi, adik, jika beruntung. Kau dan aku masih
bisa bersama-sama


1 comment:

Anonymous said...

Seribu tahun sejak sekarang, akankah kita masih saling menggoda?